Friday, October 24, 2014

Laporan Praktek Lapang

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kelankaan sumberdaya alam. Akhir-akhr ini masyarakat terutama di negara industri  sampai memperbincangkan persolan kelangkaan SDA dan peruskanlingkungan hidup. Masalah ini bersumber pada buku “ the limits to growth “ batas –batas pertumbuhan yang diramalkan  bahwa jika kecenderungan pertumbuhan penduduk dunia, industrialisasi, pencemaran, produksi makanan dan menipisnya SDA terus berlaku tanpa perubahan, maka batas-batas pertumbuhan di planet kita ini akan tercapai dalam waktu 100 tahun mendatang. Hal inilah yang menjadi
ketakutan kita agar lebih menjaga kelestarian lingkungan hidup, tentu hal itu tidak lepas dari peran perlakuan kita terhadap alam.
              Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat serta perubahan gaya hidup, maka kebutuhan akan sumber daya alam semakin meningkat pula. Namun dalam pemanfaatan sumber daya alam cenderung di lakukan secara tidak terkontrol sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan, disamping itu kemajuan di bidang teknologi juga telah berhasil memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara  berlebihan.
              Berbagai akibat buruk yang tak terhindarkan seperti menipisnya lapisan ozon, pemanasan global, kehancuran biota dan berbagai dampak lain yang cukup memperihatinkan sudah menjadi konsekuensi mutlak dan proses dinamisasi kemajuan IPTEK yang tidak terkendali di mana penggunaan  IPTEK yang tidak tepat guna.
              Kesadaran akan bahaya lingkungan dan kelangkaan telah mendorong  manusia untuk memanfaatkan SDA secara hati-hati. Mereka menyadari hanya perencanaan yang bijaksana yang akan memungkinkan manusia dapat menikmati kemajuan. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya alam haruslah selalu mengingat adanya pelestarian daya dukung lingkungan untuk mencapai kesinambungan.
        Maka dari itu jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Makassar sebagai lembaga pendidikan masih perlu untuk terus mengembangkan wawsan keilmuan secara global untuk memperoleh solusi terhadap tantangan kemajuan IPTEK yang berpengarruh terhadap lingkungan hidup baik itu dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
B.  Tujuan Praktek Lapang
     Kegiatan praktek lapang Pengetahuan lingkungan bertujuan untuk :
1.Sebagai sarana informasi dan studi mahasiswa dalam menyongsong era globalisasi yang menuntut terciptanya kaum intelek.
2.      Sebagai sarana untuk memberi pemahaman terhadap mahasiswa agar lebih menjaga dan melestarikan lingkungannya.
3.      Sebagai sarana pengembangan kualitas sumber daya manusia yang diharapkan mampu mengelola sumber daya alam yang dimilikin oleh bangsa Indonesia saat ini.
C. Manfaat Praktek Lapang
            Setelah melakukan praktik lapang ini, mahasiswa mampu :
1.      Menganalisa hubungan manusia dan lingkungannya.
2.      Menyimpulkan bagaimana perhatian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
3.      Membandingkan kondisi lingkungan yang dulu dengan yang sekarang, dengan melihat seberapa besar kerusakan yang terjadi.











BAB II
TIJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian  Lingkungan  hidup
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pada pasal 1 Ayat 1 menyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta  makhluk hidup lainnya.
Perilaku manusia yang baik terhadap lingkungan,akan menghasilkan suatu yang baik pula bagi manusia.Sebaliknya perbuatan pencemaran dan merusak lingkungan akibat buruknya  akan kembali menimpa manusia. Oleh karena itu manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.
Unsur-unsur lingkungan hidup antara lain : 
a.      Unsur Abiotik
Unsur abiotik disebut juga unsur fisik adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup seperti tanah, air, udara, iklim,dataran, lautan dan sungai. Benda-benda tak hidup sangat menunjang kebutuhan faktor biotik di dalamnya.Lingkungan abiotik yang baik, akan menunjang kehidupan makhluk hidup agar tetap tumbuh dengan baik dan dapat berkaembang baik. Sebaliknya, lingkungan abiotik  yang jelek tidak mendukung makhluk hidup yang ada di dalamnya.  Sehingga, akan mengakibatkan kepunahan bagi makhluk hidup tersebut.   
b.      Unsur Biotik
Unsur biotik adalah unsur lingkungan hidup myang terdiri dari makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Keempat unsure ini saling berhubungan satu sama lain. Tumbuhan memperoleh unsur hara dari jasad renik, timbuhan dimakan hewan dan manusia, hewan dan manusia mati dan diuraikan oleh jasad renik menjadi unsurehara. Proses ini berlangsung terus-menerus menjadi siklus.
c.       Unsur sosial budaya
Unsur sosial budaya adalah lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sabagai makhluk sosial. Unsure sosial budaya manusia ini yang berperan dalam perubahan lingkungan untuk keerluan hidup manusia seperti, bangunan mesjid,sekolah.
Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh beberapa  faktor yaitu antara lain :
1.   Jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkungan hidup.
2.   Hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidup.
3.   Kelakuan atau kondisi lingkungan hidup
4.   Faktor non material misalnya:suhu,cahaya,dan lain-lain.
B.     Lingkungan Hidup sebagai Sumber Daya
Sumber daya merupakan semua unsur biofisik  yang dengan nyata atau potensial dapat memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya merupakan faktor produksi yang dimobilisasikan dalam suatu proses produksi dan aktifitas ekonomi yang meliputi adanya modal tenaga kerja energi dan lain-lain
Sumber daya diantaranya adalah sumber daya alam dan memberikan manfaat kepada makhluk hidup utamanya manusia. Namun dalam penggunaan dan pemanfaatannya manusia tidak sadar akan adanya masalah lingkungan hidup.
Masalah lingkungan yang pada hakekatnya merupakan masalah ekologi lingkungan. Masalah tersebut timbul akibat.perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkunga itu tidak atau kurang sesuai lagi dalam mendukung kehiduoa manusia. Selain itu manusia harus berinteraksi terhadap lingkungan alam sekitarnya, sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat penting sekali dalam menunjang pola lingkungan yang baik.
Tingkat ketersediaan dan kelangkaan sumber daya memberikan indikasi tentang bagaimana seharusnya mengelola sumber daya yang langka dimaksud agar tidak mengancam kelestariannya dengan tanpa dan atau meminimalkan terjadinya degradasi lingkungan. Macam dan karakterisasi sumber daya tidak hanya menggambarka bagaimana pentingnya sumber daya tersebut tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sebaiknya sumber daya itu dikelola agar memenuhi kebutuhan ummat manusia tidak hanya masa kini, tetapi juga pada masa yang akan datang.
Sumber daya yang tersedia di alam biasa disebut dengan sumber daya alam, sedangkan sumber daya yang dimiliki dan berdaya guna dalm diri manusia disebut sumber daya manusia. Dalam menggali dan mendayagunakan sumber daya tersebut secara lebih terarah dan produktif perlu pengelolaan, pengurusan dan pengaturan pemanfaatannya secara terprogram. Pekerjaan penggalian dan pendayagunaan tersebut harus dilakukan oleh manusia itu sendiri, sementara orang lain, misalnya manajer atau pemimpin hanya data membantu dan mengarahkannya.
Dalam menggali sumber daya alam, sikap mental berperan sebagai pendamping hati nurani, sekaligus sebagai motor penggerak untuk menggali potensi diri manusia. Oleh karena itu, sikap mental tersebut perlu dibina dan dibentuk dan persiapkan sejak awal, yaitu sejak manusia itu dilahirkan terutama pada masa kanak-kanak di dalam lingkungan keluarga.
Selanjutnya dikatakan bahwa lingkungan hidup merupakan sistem yang meliputi:lingkungan alam hayati, lingkungan alam non hayati, lingkungan buatan dan lingkungan sosial yang mempengaruhi peri kehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk lainnya. Istilah “Lingkungan Hidup” dan lingkungan dipakai dalam pengertian yang sama, sebagaimana tercantum dalam pasal 1 UU No.4 Tahun 1982, bahwa lingkunga hidupm alami (hayati dan non hayati) merupakan lingkungan yang tatanan ekosistemnya belum mendapatkan dampak kegiatan manusia. Lingkungan hidup buatan (binaan) dengan pengembangan teknologi yang merupakan wujud dan niminasi manusia. Sedangkan lingkungan hidup sosial merupakan wujud dan hubungan antara manusia dan sesamanya. Ketiganya saling berkaitan yaitu antara ekosistem, teknosistem dan sosiosistem. 
Adapun peranan manusia dalam melestarikan lingkungan hidup antara lain:
Ø  Dalam memanfaatkan sumber-sumber alam yang tersedia, manusia perlu memperhatikan juga segi pengelolaannya.
Ø  Kelangsungan hidup manusia sangat tergantung pada kelestarian ekosistemnya.
Ø  Pemanfaatan sumber alam ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan hidup manusia dan untuk meningkatkan kualitas ekosistemnya.
Ø  Pengelolaan ekosistem hutan pada masa yang akan dating, merupakan perpaduan antara kehutanan pertanian,peternakan,perikanan dengan memperhatikan aspek-aspek ekologis, biologis dan sosial budaya masyarakat.
Ø  Kearifan terhadap lingkungan hidup tedapat baik ada masyarakat tradisional maupun masyarakat
     C.   Sumber Daya Alam
 Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang ada di permukaan bumi (alam) yang dapat berdaya guna,sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia secara berkelanjutan. Sumber daya alam dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
v  Berdasarkan pemanfaatannya;sumber daya alam dibedakan dalam dua kategori utama yaitu:
1.          Sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan secara langsung seperti udara segar, air segar dari sungai dan danau serta bahan makanan dari tanaman .
2.          Sumber daya alam yang tidak dapat dinikmati secara langsung atau perlu diolah lebih lanjut seperti minyak, besi,air tanah dan lain-lain.Diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi proses produksi, untuk mengestrak,memproses dan merubah sumber daya jenis ini untuk bisa digunakan oleh umat manusia.
v  Berdasarkan tipe atau jenisnya.Ada tiga tipe SDA yaitu:
1.          SDA yang tidak pernah habis
              SDA jenis ini selalu tersedia sepanjang kurun waktu  kehidupan manusia seperti misalnya lahan pertanian,angin,sinar matahari, air, tanah, gelombang dan sebagainya.Pemanfaatan SDA jenis ini bisa dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan manusia sepanjang masa. Sumber daya ini bersifat permanen tapi tidak bisa diproduksi oleh manusia. Penggunaan sumber daya jenis ini tidak mengurangii kemampuannya untuk mendukung kebutuhan umat manusia.Oleh karena itu,ketergantungan terhadap sumber energi dari SDA yang tidak bisa diperbaharui bisa dialihkan kepada SDA sejenis.
2.          SDA yang tidak bisa diperbaharui
       SDA jenis ini meliputi SDA yang menyuplai energi seperti minyak, gas alam, uranium dan batubara, serta mineral yang non energi  seperti tembaga, aluminium dan lain-lain. SDA jenis ini adalah  SDA yang berada dalam jumlah yang tetap berupa deposit  mineral (mineral deposit) di berbagai tempat di muka bumi, SDA jenis ini bisa habis baik karena mereka tidak bisa digali oleh proses alam (tembaga, aluminium) maupun karena proses  pergantian  alamiahnya berjalan lebih lambat dari jumlah pemanfaatannya (minyak,batubara). Ketika SDA jenis ini (terutama berupa sumber energi) digunakan, mereka akan merubah menjadi bentuk yang kurang bermanfaat seperti panas dan gas dari proses dan pembakaran.SDA jenis ini serlain secara fisik akan habis, paling tidak akan menjadi tidak fleksibel secara ekonomi karena semakin mahal untuk mengeksploitasi SDA yang tersisa.
        3.    SDA yang secara potensial bisa diperbaharui
                      SDA jenis ini adalah sumber daya yang bisa habis dalam jangka pendek jika digunakan dan dicemari secara ceat tetapi akhirnya  dapat diganti melalui proses alam, misalnya pohon-pohon  dihutan,rumpit di padang rumut, deposit air tanah,udara segar dan lain-lain.Tapi itu tidak berarti bahwa SDA jenis ini tidak bisa habis atau pasti bisa diperbaharui,hal ini tergantung dari tingkat eksploitasi dan pemanfaatannya.
Jika kembali,maka SDA jenis ini bisa berkurang bahkan habis terutama untuk jangka waktu tertentu.SDA jenis ini bisa dipertahankan ketersediaannya jika proses eksploitasinya.
Atau pemanfaatannya berada pada titk produksi yang sustainable yaitu pada kondisi dimana SDA itu bisa  dimanfaatkan tanpa mengurangi  kemampuannya untuk memproduksi kembali ada suatu wilayah tertentu atau seluruh dunia.                 
Jika pemanfaatan SDA ini melebihi tingkat sustainable tersebut, maka suplai atau penawaran SDA jenis ini akan berkurang atau bahkan habis yang akhirnya mengakibatkan kepada proses degradasi lingkungan.
                Perlunya pelestarian sumber daya alam pada prinsinya agar nilai sumber daya itu relative tetap dari waktu ke waktu.Hal ini sejalan dengan bertambahnya waktu nilai sumber daya akan mengalami penurunan sehingga kualitas lingkungan mengalami perubahan. Perubahan pada lingkungan itu akan selalu ada misalnya iklim berubah,permukaan laut berubah serta flora dan fauna berubah. Pelestarian dalam pengelolaan SDA disini,bukan berarti keserasian dan keseimbangan lingkungan, melainkan melestarikan daya dukung lingkungan yang dapat menopang kehidupan.
      Dalam pemanfatan sumber daya alam perlu memperhatikan patokan- patokan sebagai berikut :
Ø    Daya guna dan hasil guna yang dikehendaki harus dilihat dalam batas-batas yang optimal sehubungan dengan kelestarian sumber alam yang mungkin dicapai.
Ø  Tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber alam lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem.
Ø  Memberikan kemungkinan untuk mengadakan pilihan penggunaaan dalam pembangunan di masa depan .
v   Adapun tujuan negara kita menggalakkan pengelolaan sumber daya alam   yang berkesinambungan adalah sebagai berikut:
Ø  Menyelaraskan hubungan manusia dengan linhgkungan hidup sebagai salah      satu  bagian dari tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Ø  Memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan terkendali
Ø  Membentuk manusia indonesia yang mencintai dan berperan sebagai pembina lingkungan hidup.
Ø  Menjamin kesinambungan pembangunan berwawasan lingkungan demi  kepentingan genarsi sekarang dan mendatang.
Ø  Melindungi Negara dari berbagai pengaruh luar yang bisa merusak dan mencemarkan lingkungan
D.  Sumber Daya Manusia
      Sumber daya manusia adalah kekuatan berpikir dan berkarya manusia yang masih tersimpan dalam dirinya yang perlu dibina dan digali serta dikembangkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan kehidupan manusia atau segala potensi/kemampuan manusia yang dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri
Kualitas SDM menyangkut jumlah, persebaran, komposisi penduduk dan pertumbuhan penduduk, kualitas SDM menyangkut tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat kesehatan dan tingkat pengangguran penduduk.
      Di dalam praktek perencanaan sumber-sumber daya manusia, mencakup:
·         Penduduk yang aktip ekonomi ,yaitu penduduk umur 10 tahun keatas yang bekerja dan yang mencari pekerjaan,tidak termasuk di dalamnya ibu-ibu rumah tangga, orang sekolah dan orang yang catat berat dan tidak mungkin melakukan pekerjaan secara fisik .
·         Penduduk yang tidak aktif secara ekonomi, penduduk umur 10 tahun   ke bawah dan yang sudah pensiun, tetapi masih mampu  melakukan pekerjaan  
v  Penggunaan sumber daya manusia di Indonesia di cirikan oleh hal-hal sebagai berikut :
1.   Sumber daya manusia masih menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi nasional.Dengan makin baiknya produktivitas tenaga kerja,maka kesempatan kerja tetap meningkat.
2. Terdapat perubahan di dalam sumber pertambahan angkatan kerja,yang selama ini berasal dari pertambahan angkatan kerja disebabkan oleh meningkatnya partisipasi angkatan kerja wanita.
3.   Terjadinya  perubahan-perubahan yang berarti di dalam komposisi profesi dan kualitas kerja.
4. Makin kuatnya pendistribusian tenaga kerja antar daerah,salah satu dari tugas yang terdapat  dalam perekonomian nasional pada tahap sekarang adalah pembukaan daerah-daerah baru yang kaya dengan sumber daya alam  di luar pulau Jawa.
5. Penggunaan sumber daya manusia di dalam pembangunan nasional sekarang ini menun tut adanya suatu mekanisme yang memberi dorongan ekonome bagi tenaga kerja untuk bekerja di daerah-daerah dan sektor-sektor yang diperlukan.
Kualitas sumber daya manusia sangat di tentukan oleh sikap mental jadi,jelaslah bahwa kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh keahlian seseorang karena keahlian saja tanpa diiringi dengan sikap mental terkendali terpuji tidak akan berhasil mencaai tujuan organisasi. Orang-orang yang memiliki sikap mental terkendali terpuji itu adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap dirinya, organisasi dan masyarakat lingkungannya.
Salah satu kebiasaan dari orang-orang yang bertanggung jawab tersebut di atas adalah kebiasaan memeriksa pemanfaatan waktu yang di gunakannya dengan berbagai permasalahan. Seseorang akan menjadi manusia produktif, meskippun dia hanya berfungsi di tingkat yang paling bawah, sepanjang dia memiliki nilai kualitas sumber daya manusia yang memuaskan. Bila di tinjau dari segi kebutuhan organisasi, semua personel di semua tingkat sama-sama di butuhkan sepanjang sikap mental atau nilai kualitas sumber daya manusia berada dalam keadaan memuaskan dan bertanggung jawab.
E.     Hubungan Antara SDM dan SDA
Pemanfaatan alam oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pangan tersebut dapat dibedakan menjadi empat tahapan, yaitu sebagai berikut:
1.      Manusia ditentukan oleh alam
Pada tahap initeknologi manusia masih sederhana sehingga manusia dan meramu. ditentukan (didiminasi) oleh keadaan alam. Aktifitas ekonominya adalah berburu
2.      Manusia memanfaatkan alam
        Pada tahap ini manusia dapat memanfaatkan peluang-peluang yang disediakan oleh alam dan daat mengatasi rintangan-rintangan alam walaupun masih sangat terbatas. Aktifitas ekonominya adalah pertanian.
3.      Manusia mendominasi alam
Pada tahap ini alam telah mengalami banyak perubahan akibat campur tangan manusia melalui teknologi canggih. Dan negatif dari perubahan lingkungan ini, seringkali menimbulkan akibat yang merugikan bagi amnusia itu sendiri, seperti encemaran, banjir, dan kekeringan akibat perusakan hutan,hujan asam akibat tingginya pencemaran udara, perubahan iklim secara global, musnahnya jenis flora dan  fauna tertentu. Aktifitas ekonomi pada masa itu didomonasi oleh industri dan pertanin intensif.
4.      Manusia dan alam
Pada tahap ini timbul kesadaran manusia akan pentingnya kelestarian lingkungan. Manusia mulai memanfaatkan alam secara selektif dan berusaha mengurangi akibat-akibat yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Manusia pada saat itu dapat melakukan aktifitas berusaha mengurangi kerusakan lingkungan sekecil mungkin.
F.  Manusia dan Lingkungan
              Lingkungan hidup sosial merupakan lingkungan sosial terbentuk karena hubungan manusia yang satu dengan yang lain.Manusia sebagai individu selalu membutuhkan kehidupan bersama, maka terbentuklah keluarga dan masyarakat. Masyarakat memiliki kebudayaan tertentu. Dalam kehidupan sosial dikenal adanya kelas, status dan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial.
Masyarakat mengalami perubahan dan mengalami mobilitas sosial sesuai dengan kondisi yang ada .Perubahan sosial dapat menimbulkan perkembangan tapi juga dapat menghasilkan kemunduran. Salah satu hal yang mungkin timbul ialah disintegrasi sosial; perubahan sosial pada abad ini lebih cepat terjadinya bila dibandingkan dengan abad sebelumnya, hal ini karena kekuatan pendorong perubahan tersebut semakin kuat, seperti perkembangan ilmu pengetahuan, adanya tekanan yang semakin kuat, seperti erkembangan ilmu pengetahuan, adanya tekanan yang dihadapi masyarakat, dan tekanan ketidakpuasan terhadap situas yang ada.
Soerjono Soekanto menyebutkan beberapa kriteria untuk menyatakan kelompok sosial tertentu adalah kelompok sosial antara lain:
a.       Setiap kelompok tersebut harus sadar bahwa ia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
b.      Ada hubungan timbale balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya, dalam kelompok itu.
c.       Ada satu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara bertambah erat.
d.         Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
Kelompok-kelompok sosial merupakan perwujudan dari kehidupan bersama atau pergaulan hidup mempunyai jumlah sangat banyak dan sangat beranekaragam. Namun demikian kita masih dapat memiliki dalam beberapa tipe seperti dikemukakan oleh Ronald Freedman yaitu:
  a. Primary Groups (keluarga)
  b. Communities (masyarakat)
  c. Associations (Organisasi serikat kerja)
  d. Society (Masyarakat luas)
  e. Ephemeral groups (kelompok yang tidak permanent)
      Dalam kelomok sosial, tentunya terdapat persaingan-persaingan dimana proses persaingan tersebut dapat melahirkan perubahan sosial. Perubahan ini terjadi karena adanya kekuatan-kekuatan pendorong yang menjadi motivasi melakukan perubahan. Kekuatan-kekuatan pendorong tersebut terutama karena:
   a. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada, karena ada keinginan situasi yang lain.
      b. Adanya pengetahuan untuk sesuatu yang baru
   c. Adanya tekanan dari luar, sehingga perlu penyesuaian diri atau turut       berkompetisi.
   d. Adanya kebutuhan untuk meningkatkan kualitas donefisiensi.
G. Pengelolaan Alam dan Kerusakan Lingkungan Pencemaran air
Planet bumi sebagian besar terdiri atas air, karena luas daratan memang lebih kecil dibandingkan  dengan luas lautan. Mahluk hidup yang ada di bumi tidak dapat terlepas dari kebutuhan akan air. Air merupakan kebutuhan utama bagi proses khidupan di bumi ini. Tidak akan ada kehidupan seandainya di bumi ini tidak ada air. Air yang relatif bersih sangat didambakan oleh manusia baik untuk keperluan hidup , untuk keprluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota  maupun untuk keperluan pertanian dan sebagainya.
Selain penggunaan air secara konvensional, seperti untuk minum, mandi, mencuci dan lain-lain, air juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Kegiatan industri dan teknologi tidak dapat terlepas dari kebutuhan  akan air. Dalam hal ini air sangat diperlukan agar industri dan teknologi dapat berjaln dengan baik.
v  Pencemaran air juga dapat berupa hal-hal yang seperti berikut :
1.      Perubahan suhu air .
2.      Perubahan pH atau konsentrsi ion hidrogen.
3.      Perubahan warna , bau dan rasa.
4.      Timbulnya endapan, kolodial dan bahan terlarut.
5.      Mikroorganisme .
6.      Radioaktifitas air lingkungan.
v  Komponen pencemaran air, dapat berupa:
1.      Bahan buangan padat.
2.      Bahan buangan organik.
3.      Bahan buangan anorganik.
4.      Bahan buangan olahan bahan makanan.
5.      Bahan buangan cairan berminyak.
6.      Bahan zat kima.
7.      Bahan buangan berupa panas.
v  Kerusakan lingkungan
a.       Kerusakan hutan dan spesies. Kerusakan hutan disebabkan oleh penebangan hutan secara liar. Penebangan hutan di lereng pegunungan, sistem pertanian ladang yang berpindah-pindah dan pembakaran hutan. Kerusakan hutan sangat berpengaruh langsung  terhadap kelangsungan hidup berbagai spesies yang hidup di dalamnya. Banyak di antara spesies yang mati atau punah akibat dari kerusakan hutan.
b.      Hujan asam dan menipisnya / rusaknya lapisan ozon, diantaranya :
1.            hujan asam,
2.      menipisnya / rusaknya lapisan ozon.
c.       Keadaan iklim yang berubah-rubah. 

H. Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam

Beberapa hal yang dapat diusahakan demi kelestarian sumber daya alam di antaranya:

1.      Penghijauan dan reboisasi

Usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah rusaknya lingkungan  yang berhubungan dengan air,tanah dan udara, sebab :
a)               Hutan dan tumbuh-tumbuhan dapat menyaring dan mengatur air  mencegah banjir dan menimbulkan mata air.
b)               Tumbuh-tumbuhan dapat menyuburkan tanah dan akar tanaman yang dapat mencegah erosi.
c)               Tumbuh-tumbuhan menimbulkan udara yang segar.
2.      Sengkedan / terasering.
Untuk mencegah erosi dan menjaga kesuburan tanah, pada tanah yang berbukit-bukit dibuat sengkedan yang bertujuan agar pada waktu hujan, air banyak yang meresap ke dalam tanah.

I. Usaha-usaha Lain Untuk Pelestarian Sumber Daya Alam:
Banyak sekali usaha yang dilakukan pemerintah dalam melestarikan sumber daya alam yang ada diantaranya , adalah :
1.      pengelolaan air limbah sebelum dibuang di sungai atau laut.
2.      penertiban pembuangan sampah
3.      penceghan penangkapan ikan secara serampangan.
4.      mencegah penebangan hutan secara liar.
5.      tidak menggunakan pupuk secara berlebihan dalam pengolahan lahan pertanian.












BAB III
METODE PELAKSANAAN PRAKTIKUM

A.  Waktu dan Tempat Pelaksanaan
·         Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksaan praktikum dilaksanakan pada tanggal 19-20 November 2011.
·         Tempat Pelaksanaan
Lokasi praktikum dilaksanakan di empat titik di Kabupaten Gowa yaitu
a.         Pasar Sore Sungguminasa
b.        Ex Pabrik Kertas di Kecamatan Bontomarannu, Kab. Gowa
c.         DAM Bili-Bili
d.        Masyarakat  Kota Malino
e.         Air Terjun Takapala
f.         Pasar Malino
B.     Alasan Pemilihan Lokasi

C.    Alat dan Bahan yang di persiapkan
1.      Kertas Double Folio
2.      Pulpen
3.      Papan Pengalas
4.      Kamera / Handpone
D.   Susunan Kegiatan di Lapangan
v  Susunan kegiatan di lapangan  pada praktikum ini yaitu;
a. Pasar Sore Sungguminasa
b.Ex Pabrik Kertas di Kecamatan Bontomarannu, Kab. Gowa
c. DAM Bili-Bili
d.   Masyarakat Kota Malino
e. Pasar Malino
f.  Air Terjun Takapala 
v  Teknik pengumpulan data pada praktikum ini dilakukan dengan menggunakan:
Ø  Angket
     Angket yang dimaksud disini adalah 2 lembar kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada responden. Kemudian diisi dengan berbagai options yang akan dijawab oleh responden.
Ø  Wawancara
Untuk mengisi angket yang telah tersedia maka dilakukan  wawancara kepada masyarakat sebagai narasumber.
Ø  Dokumentasi
Dokumentasi disini dalam bentuk foto sebagai bukti bahwa telah melakukan wawancara kepada responden.
Rounded Rectangle: Pra PraktekE. Diagram Alur Praktek Lapang
Rounded Rectangle: Penentuan Lokasi PraktekRounded Rectangle: LatihanRounded Rectangle: Pengumpulan Laporan LengkapRounded Rectangle: Penyusunan LaporanRounded Rectangle: Laporan SementaraRounded Rectangle: DisetujuiRounded Rectangle: Tidak DisetujuiRounded Rectangle: Analisis dan Pengolahan DataRounded Rectangle: Praktek LapangRounded Rectangle: Asistensi LaporanRounded Rectangle: Laporan LengkapRounded Rectangle: Pengumpulan Laporan SementaraRounded Rectangle: Pengumpulan Data Dengan Cara :
v Metode Angket
v Observasi
v Wawancara
v Dokumentasi
Rounded Rectangle: Panitia Inti Melakukan Observasi LapanganRounded Rectangle: Persiapannnn 
Rounded Rectangle: Diperbaiki
 











g.        Peta Lokasi  Praktekgwa
v Batas-batas Wilayah
·         Sebelah Utara   : Kotamadya Makassar dan Kabupaten Maros
·         Sebelah Selatan : Kabupaten Takalar dan kabupaten Jeneponto
·         Sebelah Timur  : Kabupaten Sinjai, Bulukumba dan Bantaeng.
·         Sebelah Barat   : Kota Makassar dan Kabupaten Takalar
v  Secara geografi Kabupaten Gowa terletak pada koordinat antara 5o 33’ 6” sampai 5o 34’ 7” Lintang Selatan dan 12o 38’ 6” sampai 12o 33’ 6” Bujur Timur. Kabupaten Gowa terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi. Ibukotanya Sungguminasa dengan jarak sekitar 6 km dari ibukota Makassar. Dengan luas wilayah 1.883,33 km atau sama dengan 3,01% dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
v Wilayah Kabupaten Gowa terbagi dalam 18 Kecamatan dengan jumlah Desa/Kelurahan definitif sebanyak 167 dan 726 Dusun/Lingkungan. Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar berupa dataran tinggi berbukit-bukit, yaitu sekitar 72,26% yang meliputi 9 kecamatan yakni  Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Selebihnya 27,74% berupa dataran rendah dengan topografi tanah yang datar meliputi 9 Kecamatan yakni  Kecamatan Somba Opu, Bontomarannu, Pattallassang, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan.
v Jumlah penduduk Kabupaten Gowa sampai dengan tahun 2005 mecapai 575 295 jiwa yang terdiri atas 283.291  jiwa laki-laki dan 291.882  jiwa perempuan.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil  Pengamatan

Dalam kegiatan praktek lapangan yang telah dilakukan, terdapat empat lokasi yang menjadi obyek penelitian, yaitu :
a.     Lokasi I , yaitu lokasi DAM Bili-Bili 
Ø Menurut struktur luas wilayah, daerah pengamata ini dulunya merupakn sebuah desa atau bahkan terdiri atas beberapa desa yang menjadi korban eksploitsi dari proyek pembangunan DAM Bili-bili ini, ini dapat dilihat dari keadaan daerah bendungan yang di sebelah kerinya merupakan kenampakan perairan yang dipenuhi air meskipun di musimkemarau, sedangkan di sebelah kanannya dilihat wilayah dataran yang begitu dalam turun ke bawah yang merupakan dasar asli dari wilayah desa yang ada di masa lampau.
Ø Dengan keberadaan bendungan ini, terjadi perubahan keberadaan penduduk yang ada di antaranya diakibatkan eksploitasi besr-besaran yang terjadi yang menyebakan banyak masyarakat yang eralih mata pencaharian dari sejumlah besar merupakan petani, menjadi seorang nelayan atau bahkan tidak sedikit yang beralih keluar unutk mencari kerja yang lain, meninggalkan potensi yang ada di wilayahnya sendiri. Jadi dapat disimpulakan bahwa keberadaan penduduknya menjadi berkurang untuk bermigrasi ke daerah yang lain karena faktor keadaan wilayah yang sudah terimigrasi.
Ø Dari kualitas sumber daya alam, dapat dilihat bahwa kualitasnya sudah menurun karena daerah itu sudah menjadi daerah yang sangat marginal. Banyak potensi yang ada di wilayah itu menjadi sangat kurang dan merubah sistem mata pencaharian penduduk yang ada. Ini dapat dibuktikan dengan kemampuan alam menampung jumlah air yang masuk ke dalam permukaan bumi, semakin berkurang dimana diperoleh informasi bahwa masyaraka sekarang merasa kesulitan dalam memperoleh air bersih, bahkan untuk mendapatkannya dikeluarkan biaya yang lumayan besar.
Ø Menurut tekanan penduduk terhadal lahan pertanian yang ada, bahwa wilayah potensial yang disediakan bukanlah otomatis, tetapi terpaksa dikondisikan sesuai dengan kondisi produktif lahan yang ada sekarang. Jadi, lahan pertanian yang ada dipengaruhi oleh sistematis penduduk dalam mengembangkan potensi lingkungan yang kini sudah berkurang daya gunanya.
v Masalah yang dapat menjadi dampak negatif salah satunya adalah mata pencaharian penduduk dimana 90 % lebih yang awalnya merupkan petani, kini berubah menjadi nelayan dengan adanya proyek DAM Bili-Bili, yang awalnya direncanakan sebagai proyek masa depan yang pada kenyataannya tidak terwujud, bahkan membuat masyarakatnya pun termarjinal.
v Jenis pencemaran yang ada, yang mendominasi adalah pencemaran air, yang diakibatkan oleh aliran suspensi yang berasal dari hulu, yang dibawa oleh arus air sampai pada penampang bendungan yang mengakibatkan proses endapan yang semakin tinggi dan kolid kekeruhan air yang dapat mamatikan populasi ikan yang ada.
v Ketidakseimbangan sumber dayanya jelas nampak karena sumber daya alam yang ada tidak dapat dikondisikan dengan sumber daya manusia yang ada di wilayah itu. Itulah yang menyebabkan banyak penduduk bermigrasi keluar dan meninggalkan potensi lahan produktif yang ada.

Lokasi II, yaitu di tonasa-tonasa (dulunya lahan pertanian) :
           Lokasi ini dulunya di gunakan sebagai tempat penanaman tebu oleh perusahaan gula yang bertempat di Takalar, namun dengan berjalannya waktu produktifitas lahan tersebut mengalami penurunan yang sangat pesat sehingga sakarang lahan tersebut sudah tidak di gunakan lagi. Artinya, potensi suatu lahan itu ditentukan oleh penggunaan lahan tersebut.


 Lokasi III, yaitu di Daerah Lebong :
v Dulunya sewaktu terjadi longsor besar di Gunung Bawakaraeng (sekitar tahun 2006), material batuannya terbawa oleh longsor tersebut ke arah timur sehingga daerah Lebong Terkena dampaknya, sebagian lahan pertanian rakyat di  daerah Lebong tertimbun oleh material batuan tersebut, Sehingga rakyat yang tertimbun lahannya berubah mata pencariannya.
v Dari fenomena yang kami lihat, kami sepakat bahwa untuk prospek kedepan, lahan tersebut sebaiknya dijadikan tambang batu, apalagi melihat permintaan konsumen di kota Makassar sangat besar.

Lokasi IV, yaitu di kawasan pohon pinus :
v Menurut sejarah area pohon pinus adalah peninggalan Bangsa Jepang (Sewaktu Indonesia di jajah), Mereka sengaja menanam pohon pinus untuk mereka bersembunyi dan beristirahat. Tetapi sekarang setelah Indonesia merdeka kawasan pohon pinus sudah bisa di gunakan oleh masyarakat Indonesian pada umumnya dan Makassar pada khususnya sebagai tempat wisata.
v Masalah-masalah yang terjadi  di kawasan pinus yaitu terjadi penebangan pohon pinus di beberapa titik sehingga dampak yang paling nyata yang kita rasakan adalah Malino yang sekarang sudah tidak sesejuk Malino yang dulu.
v Penanggulangannya adalah perlunya kesadaran masyarakat dalam melestarikan area pohon pinus yang ada, kalaupun tidak bisa menanam minimal bisa menjaga yang masih ada dan tidak melakukan penebangan dengan tujuan mendapat keuntungan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,serta perlunya pemaksimalan peran pemerintah dalam upaya pelestarian kawasan pohon pinus, salah satunya dengan memsksimalkan polisi hutan.











BAB V
PENUTUP

A.   Kesimpulan
1.       Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan masih kurang.
2.       Perlunya tindakan tegas oleh pemerintah dalam menanggapi permasalahan-permasalah yang berbau perusakan lingkungan, salahsatunya dengan memperbanyak sosialisasi tentang lingkungan.
B.   Saran
1.       Diharapkan kepada masyarakat agar lebih menjaga kebersihan lingkungannya dengan tidak membuang sampah disembarang tempat dan mengurangi ekploitasi lahan utamanya pada lahan pohon pinus .
2.       Diharapkan kepada pemerintah setempat agar lebih memperhatikan kelestarian lingkungan, dengan menindak tegas para pelaku perusak lingkungan.
3.       Diharapkan kepada semua peserta praktikum agar kiranya dapat berpartisipasi             aktif  dalam melakukan kegiatan pendataan beserta  kegiatan lainnya yang bersinggungan langsung dengan praktikum.      








DAFTAR PUSTAKA
Depertemen   PU,1995. Proyek Bendungan Bili-Bili. Direktorat Depdikbud.
Hasma, Hasanuddin, 1995. Studi Geografi Tentang Pengembangan Industri Pariwisata di Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba.. Skripsi FPIPS Ikip Ujung Pandang
Leo Zakaria Nur.2011. Geografi Sumber Daya .Makassar: Jurusan Geografi    
 FMIPA UNM.
Maddatuang. 2006. Pengetahuan Lingkungan. Makassar: Jurusan Geografi                    
  FMIPA UNM.          
Ruhimat, Mamat. 2003. Geografi I. Jakarta. Ganesa.
Sumaatmadja, Nursyid, 1988. Studi Geografi Suatu Pendekatan Dan Analisis Keruangan.  Alumni, Bandung. 
Universitas terbuka. 2000. Perspektif Global. Jakarta.

            W, Djamhur dan Sukarno.1994. Biologi I. Jakarta: Depertemen Pendidikan    dan  Kebudayaan. Balai Pustaka

No comments:

Post a Comment