Sunday, October 12, 2014

Atmosfer Bumi

ATMOSFER BUMI
Bumi merupakan salah satu planet yang ada di tata surya yang memiliki selubung yang berlapis-lapis. Selubung bumi tersebut berupa lapisan udara yang sering disebut dengan atmosfer. Atmosfer terdiri atas bermacam-macam unsur gas dan di dalamnya terjadi proses pembentukan dan perubahan cuaca dan iklim. Atmosfer melindungi manusia dari sinar matahari yang berlebihan dan meteor-meteor yang ada. Adanya atmosfer bumi memperkecil perbedaan temperatur siang dan malam. Gejala yang terjadi di  atmosfer sangat banyak dan beragam. Pada lapisan bawah angin berhembus, angin terbentuk, hujan dan salju jatuh, dan terjadilah musim panas dan musim dingin. Semua ini merupakan gejala yang lazim terjadi yang sering disebut cuaca. 
Atmosfer bumi adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Bumi beserta lapisan udara besama-sama berotasi terhadap poros bumi dan berevolusi mengelilingi matahari. Tebal lapisan atmosfer ini mencapai lebih dari 10.000 km diukur dari permukaan laut. Hampir 97 % dari udara pada lapisan bawah, yaitu mencapai ketebalan 30 km. makin jauh dari permukaan bumi udara pada lapisan atmosfer makin berkurang. Lapisan udara ang menempati atmosfer bumi ini sangat penting bagi kehidupan, diantaranya untuk proses fotosintesis, untuk mengubah zat makanan menjadi energy, dan sebagai penahan radiasi sinar matahari.
1.      Komposisi Udara di Atmosfer
Dalam keadaan kering, komposisi gas yang mengisi atmosfer bumi adalah gas N2 (78,0%), Gas O2 (21,0%), gas Ar (0,9%), dan gas CO2 (0,03%) dan gabungan gas-gas lainnya (0,07%). Makin tinggi lapisan udara, kandungan gas yang ringan seperti gas H2 semakin banyak, sedangkan gas yang lebih berat seperti N2, O2, dan Ar semakin berkurang.

Tabel. Hubungan antara ketinggian dan komposisi udara (dalam %)
Gas
Tinggi (km)
15
20
40
100
Nitrogen (N2)
79,5
81,2
86,5
3,0
Oksigen (O2)
19,5
18,3
12,6
0
Argon (Ar)
0,8
0,5
0,2
0
Lain-Lain
0
0
0,7
97,0
Jumlah
100,0
100,0
100,0
100,0

No.
Unsur kimia
        Lambang
Volume (%)
1
Netrogen / zat lemas
N2
78.08
2
Oksigen / zat pembakar
O2
20.95
3
Argon
Ar
0.93
4
Asam arang
CO2
0.03
5
Neon
Ne
0.0018
6
Helium
He
0.00015
7
Kripton
Kr
0.00011
8
Xenon
Xe
0.00005
9
Nitrous oksida
N2O
0.00005
10
Hidrogen
H2
0.00005

Angka-angka pada table di atas merupakan hasil dari suatu pengamatan pada daerah-daerah tertentu. Di dalam kenyataannya angka-angka itu tidaklah pasti.
            Nitrogen bereaksi lambat, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan sehingga keseimbangan nitrogen di udara, di laut dan di dalam bumi sangat dipengaruhi oleh makhluk hidup. Karbondioksida yang berlimpah dari sinar matahari membuat karbohidrat dengan hasil sampingan oksigen (fotosintesis).  Oksigen terakumulasi di udara kemudian berkembang makhluk yang membutuhkan oksigen.  Gas nitrogen  merupakan gas yang paling banyak terdapat dalam lapisan udara atau atmosfer bumi. Salah satu sumbernya yaitu berasal dari pembakaran sisa-sisa pertanian dan akibat letusan gunung api. Gas lain yang cukup banyak dalam lapisan udara atau atmosfer adalah oksigen. Oksigen antara lain berasal dari hasil proses fotosintesis pada tumbuhan yang berdaun hijau. Dalam proses fotosintesis, tumbuhan menyerap gas karbondioksida dari udara dan mengeluarkan oksigen. Gas karbondioksida  secara alami besaral dari pernapasan mahkluk hidup, yaitu hewan dan manusia. Serta secara buatan gas karbondioksida berasal dari asap pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, kebakaran hutan, dan lain-lain. 
            Selain keempat gas tersebut di atas ada beberapa gas lain yang terdapat di dalam atmosfer, yaitu di antaranya ozon. Walaupun ozon ini jumlahnya sangat sedikit namun sangat berguna bagi kehidupan di bumi, karena ozon yang dapat menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan  sinar matahari sehingga jumlahnya sudah sangat berkurang ketika sampai di permukaan bumi. Apabila radiasi ultra violet ini tidak terserap oleh ozon,  maka akan menimbulkan malapetaka bagi kehidupan mahkluk hidup yang ada di bumi. Radiasi ini di antaranya dapat membakar kulit mahkluk hidup, memecahkan kulit pembuluh darah, dan menimbulkan penyakit kanker kulit. 
Selain unsur pembentuk yang berupa gas, udara juga mengandung partikel padat dan cair, yang kebanyakan begitu kecilnya sehingga gerakan udara dapat mengimbangi kecenderungan partikel tersebut jatuh ke tanah. Partikel itu dapat berasal dari debu yang terangkat oleh angin, partikel garam laut, ataupun hasil pembakaran dan pengolahan dalam industri.  Berdasarkan pengalaman sehari-hari kita mengetahui  bahwa suhu udara berubah-ubah dari waktu ke waktu; pagi yang sejuk diikuti oleh sore hari yang panas, dan musim dingin yang dingin diikuti musim panas yang pana dalam suatu daur yang tetap. Suhu menjadi beragam dari tempat ke tempat pada waktu yang sama. Pada wilayah yang lintang rendah lebih panas daripada wilayah pada lintang yang lebih tinggi dan daerah yang rendah lebih panas daripada pegunungan tinggi. Bumi secara keseluruhan selama setahun penuh, suhu rata-rata di dekat tanah pada muka laut (suhu permukaan) adalah 15°C (288°K, 59°F). Rata-rata keseluruhan sepanjang tahun turun menurut ketinggian. Namun, kira-kira di atas 12 km (40.000  kaki) penurunan suhu berhenti. 
2.      Lapisan-lapisan Atmosfer
Lapisan-lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi ditinjau dari suhu, ketinggian dari permukaan bumi, dan komposisi gas yang tekandung di dalamnya dapat dibagi menjadi lima bagian. Kelima lapisan udara tersebut adalah lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer.

a.      Lapisan Trofosfer
            Lapisan udara ini mempunyai ketinggian antara 0-10 km. Hampir 80% dari seluruh gas di atmosfer adalah lapisan troposfer. Pada lapisan troposfer terjadi percampuran udara yang disebabkan oleh gerak arah vertical dari udara. Suhu udara rata-rata pada permukaan bumi sekitar 200C, makin ke atas suhu udaranya menurun, pada ketinggian 10 km,  suhu udara dapat mencapai -500C.

Rata-rata, penurunan suhu ini adalah 6,40C/1000 m. pada ketinggian 14 km dari permukaan bumi penurunan suhu udara sangat drastis, lapisan udara ini disebut lapisan tropopause. Lapisan tropopause merupakan daerah perbatasan antara lapisan troposfer dengan lapisan stratosfer.
            Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 - 18 km di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer rata-rata ± 10 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80°C. Daerah sedang ketinggian lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C, sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur rata-rata 46°C. Lapisan troposfer ini pengaruhnya sangat besar sekali terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi. Lapisan ini selain terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga terdapat kira-kira  80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini. Ciri khas yang terjadi pada lapisan troposfer adalah suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan  ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C. Lapisan troposfer paling atas, yaitu tropopause yang menjadi batas antara troposfer dan stratosfer. Suhu (temperatur) udara di lapisan ini relatif konstan atau tetap, walaupan ada pertambahan ketinggian, yaitu berkisar antara -55°C sampai -60°C. Ketebalan lapisan tropopause ± 2 km.     Pada lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban udara yang kita rasakan sehari-hari terjadi. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Pada troposfer ini terdapat gas-gas rumah kaca yangmenyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Troposfer terdiri atas:
a.  Lapisan planetair  : 0-1 km
b.  Lapisan konveksi  : 1-8 km
c.  Lapisan tropopause : 8-12 km.
Tropopause merupakan lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan stratosfer yang temperatunya relatif konstan. Pada  lapisan tropopause kegiatan udara secara vertikal terhenti.
b.      Lapisan Stratosfer
            Lapisan ini berada di atas lapisan troposfer, dengan ketinggian antara 10-50 km. mulai dari lapisan bagian bawah ke atasnya terjadi kenaikan suhu. Suhu lapisan stratosfer paling atas dapat mencapai 00C, yaitu Pada ketinggian sekitar 50 km dari permukaan bumi. Pada batas atas lapisan ini adalah lapisan peralihan yang disebut lapisan stratopause. Pada lapisan ini terdapat gas ozon yang dapat menahan  lapisan ultraviolet sinar matahari.
            Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer. Stratosfer terletak pada ketinggian antara 18 - 49 km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian dari permukaan bumi. Kenaikan suhu udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti, yaitu  pada puncak lapisan stratosfer yang disebut stratopause dengan suhu udara sekitar 0°C.Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer  dengan mesosfer. Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 50 - 60 km dari permukaan bumi. Stratosfer terdiri atas tiga lapisan yaitu, lapisan isotermis, lapisan panas dan lapisan campuran teratas. 
            Umumnya suhu (temperatur) udara pada lapisan stratosfer sampai ketinggian 20 km tetap. Lapisan ini disebut dengan  lapisan isotermis. Lapisan isotermis merupakan lapisan paling bawah dari stratosfer. Setelah lapisan isotermis, berikutnya terjadi peningkatan suhu (temperatur) hingga ketinggian ± 45 km. Kenaikan temperatur pada lapisan ini disebabkan oleh adanya lapisan ozon yang menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan sinar matahari. lapisan stratosfer ini tidak ada lagi uap air, awan ataupun debu atmosfer, dan biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan cuaca.
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70°F atau  sekitar - 57°C. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang cukup signifikan. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya  berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18°C pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.
            Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan. Ozon  berwarna biru pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3). Ozon adalah gas yang tidak berwarna dan dapat ditemukan  di lapisan stratosfer yaitu lapisan awan yang terletak antara 15 hingga 35 km dari permukaan bumi. Lapisan ozon sangat penting karena ozon menyerap radiasi ultra violet (UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke permukaan bumi. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UV-B dan ia merusak hampir semua kehidupan. Adanya penyerapan radiasi UV-B sebelum sinar UV sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan. 
c.       Mesosfer
            Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu  atmosfer akan berkurang dengan pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat. Mesosfer terletak pada ketinggian antara 49 - 82 km dari permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya. Udara yang terdapat di sini akan mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang dari angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi biasanya terbakar di lapisan ini.
             Lapisan mesosfer ini ditandai dengan penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Penurunan suhu (temperatur) udara ini disebabkan karena mesosfer memiliki kesetimbangan radioaktif yang negatif. Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C. Bahkan di puncak mesosfer yang disebut mesopause, yaitu lapisan batas antara mesosfer dengan lapisan termosfer temperaturnya diperkirakan mencapai sekitar -100°C.
d.      Termosfer
            Termosfer adalah lapisan udara keempat, peralihan dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 82 km. Termosfer terletak pada ketinggian antara 82 - 800 km dari permukaan bumi. Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan ionosfer. Lapisan ini merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek.
            Disebut dengan termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 19820°C. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu.  Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer,yang dapatmemantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.

e.       Eksosfer
            Eksosfer adalah lapisan udara kelima, eksosfer terletak pada ketinggian antara 800 - 1000 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan  bumi. Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.
     

3.      Sifat Atmosfer Bumi
Ada beberapa sifat atmosfer bumi,yaitu:
a.        Merupakan selimut gas tebal yang secara menyeluruh  menutupi bumi sampai ketinggian  560 km dari permukaan bumi.
b.      Atmosfer bumi tidak mempunyai batas mendadak, tetapi menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.
c.       Tidak berwarna, tidak berbau, tidak dapat dirasakan, tidak dapat diraba (kecuali bergerak sebagai angin).
d.      Mudah bergerak, dapat ditekan, dapat berkembang. 
e.       Mempunyai berat (56 x 1014 ton) dan dapat memberikan tekanan. 99% dari beratnya berada sampai ketinggian 30 km, dan  separuhnya berada di bawah 6000 m. 
f.       Memberikan tahanan jika suatu benda melewatinya berupa panas akibat pergesekan (misalnya meteor hancur sebelum mencapai permukaan bumi). Sangat penting untuk kehidupan dan sebagai media untuk proses cuaca. Sebagai selimut yang melindungi bumi terhadap tenaga penuh dari matahari pada waktu siang, menghalangi hilangnya panas pada waktu malam. Tanpa atmosfer suhu bumi pada siang hari 93,3°C dan  pada malam hari -148,9°C.
4.  Cuaca dan Iklim
            Cuaca dan iklim merupakan gejala alamiah yang sangat penting bagi  kehidupan manusia, dengan mengetahui pola  cuaca dan iklim seperti periode musim hujan dan kemarau, maka para petani dapat menentukan musim tanam yang tepat agar produksi pertaniannya baik. Selain  itu, kondisi  cuaca daniklim seperti arah dan kecepatan angin sangat diperlukan bagi para nelayan untuk menentukan saat-saat yang tepat pergi ke laut mencari ikan serta masih banyak sektor-sektor kehidupan yang berkaitan dengan kondisi cuaca  dan iklim. Cuaca dan iklim merupakan akibat dari proses-proses yang terjadi di atmosfer yang menyelubungi bumi. Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca terbentuk dari gabungan unsur  cuaca dan jangka waktu  cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jam. Unsur utama yang menentukan keadaan cuaca adalah:
1.      Suhu udara, permukaan bumi menerima panas dari pancaran radiasi sinar matahari. Sebagian panas tersebut diserap oleh permukaan bumi dan sebagian lagi dipantulkan ke atmosfer kembali.
2.      Tekanan udara, tekanan udara dipermukaan bumi diakibatkan oleh permukaan udara yang berada pada atmosfer bumi.
3.      Kelembapan udara, yaitu besarnya kandungan uap air diudara.
4.      Curah hujan, curah hujan pada setiap tempat berbeda-beda. Hujan dapat terjadi karena suhu udara turun sampai pada titik kondensasi, sehingga uap air yang terkandung akan turun menjadi titik-titik air.
5.      Awan, awan ini merupakan salah satu dari salah satu penentuan cuaca.
6.      Angin, perbedaan nintensitas cahaya yang diterima oleh permukaan bumi akan menimbulkan perbedaan suhu, selanjutnya akan menimbulkan perbedaan kerapatan udara yang akan menimbulkan gerakan udara yang dikenal dengan angin. Angin ini sendiri terbagi atas:
a.       Angin lokal, diantaranya
1.      Angin darat dan angin laut
2.      Angin gunung dan angin lembah
3.      Angin turun
4.      Angin musim
5.      Angin siklon dan anti siklon
b.      Angin tetap atau angin global, terbagi atas angin pasat, angin barat dan angin timur.
            Iklim adalah keadaan cuaca   rata-rata dalam waktu  satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama  dan meliputi wilayah yang luas. Iklim dapat terbentuk karena adanya:
1.  Rotasi dan revolusi bumi sehingga terjadi pergeseran semu harian matahari             dan tahunan.
2.  Perbedaan lintang geografi dan lingkungan fisis.
 Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi. Ada beberapa unsur yang mempengaruhi keadaan cuaca dan iklim suatu daerah atau wilayah, yaitu: suhu atau temperatur udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara dan curah hujan

No comments:

Post a Comment